Hyena bergaris. Foto: Wikimedia Commons[/caption]
Dalam penyelidikan sebelumnya yang dilakukan pada 2007, peneliti mendengar suara geraman di dalam gua, menunjukkan bahwa Umm Jirsan tidak bisa dibuka untuk umum atau dijadikan tempat wisata.
Kemungkinan hewan lain juga ikut andil dalam mengumpulkan tulang belulang di dalam gua, seperti serigala atau rubah. Kendati bukti menunjukkan bahwa sebagian besar tulang itu dikumpulkan oleh hyena. Sebab, serigala biasanya tidak membawa jauh bangkai atau tulang korbannya dari tempat perburuan. Begitupun rubah yang tidak untuk membawa mangsa besar. Selain itu, ada banyak tanda di tulang yang menunjukkan hyena telah menggerogoti tulang.
Kendati masih banyak misteri yang belum terungkap ihwal Umm Jirsan, peneliti berharap lubang mengerikan itu dapat menjelaskan paleoekologi dan prasejarah Arab kuno. “Di wilayah di mana pengawetan tulang sangat buruk, situs seperti Umm Jirsan menawarkan sumber daya baru yang menarik,” kata Stewart. (Sc : Kumparan)
Lubang Misterius Berisi Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Ditemukan
Lubang gua berisi ratusan ribu tulang hewan dan manusia ditemukan di Arab Saudi. Foto: Stewart/AAS||Hyena bergaris. Foto: Wikimedia Commons
JEVPEDIA.COM - Para peneliti menemukan lubang gua misterius berisi ratusan tulang manusia dan hewan. Lubang gua yang disebut Umm Jirsan tersebut adalah saluran lava yang luas di bawah bidang vulkanik Harrat Khaybar di bara laut Arab Saudi.
Umm Jirsan membentang sepanjang 1,5 kilometer. Menjadikan lubang lava terpanjang di Arabia. Lubang lava telah menjadi tempat hidup banyak makhluk, termasuk manusia dan hewan buas.
Dalam sebuah studi baru, para peneliti melaporkan penemuan ratusan ribu tulang milik 14 jenis hewan yang berbeda seperti sapi, kuda, unta, hewan pengerat, dan hewan lainnya. Dari sekian banyak tulang yang ada, beberapa di antaranya adalah tulang manusia.
“Lubang lava sepanjang 1,5 kilometer ini dipenuhi dengan ratusan ribu sisa-sisa hewan yang diawetkan dengan baik,” kata Mathew Stewart, arkeolog kebun binatang di Max Planck Institute for Chemical Ecology di Jerman di sebuah unggahan di Twitter.
Menurut peneliti, kumpulan tulang itu kemungkinan besar dikumpulkan oleh hyena belang (Hyaena hyaena), di mana sisa-sisa kerangka hyena juga ditemukan di gua bersama dengan kotoran fosil hewan tersebut.
“Makhluk-makhluk ini adalah pengumpul tulang yang gesit, mereka angkut ke sarang untuk dikonsumsi, diberikan ke anak-anak atau disimpan,” papar Stewart. “Materi di Umm Jirsan telah terakumulasi selama 7.000 tahun terakhir, membuktikan kondisi yang sangat baik untuk pengawetan tulang di dalam lubang lava.”
Meski begitu, masih banyak yang belum diketahui soal taksonomi spesies gua dan sisa-sisa tulang di dalam gua diharapkan bisa memberi tahu seluk beluk paleoekologi di wilayah tersebut.
[caption id="attachment_2524" align="aligncenter" width="608"]
Hyena bergaris. Foto: Wikimedia Commons[/caption]
Dalam penyelidikan sebelumnya yang dilakukan pada 2007, peneliti mendengar suara geraman di dalam gua, menunjukkan bahwa Umm Jirsan tidak bisa dibuka untuk umum atau dijadikan tempat wisata.
Kemungkinan hewan lain juga ikut andil dalam mengumpulkan tulang belulang di dalam gua, seperti serigala atau rubah. Kendati bukti menunjukkan bahwa sebagian besar tulang itu dikumpulkan oleh hyena. Sebab, serigala biasanya tidak membawa jauh bangkai atau tulang korbannya dari tempat perburuan. Begitupun rubah yang tidak untuk membawa mangsa besar. Selain itu, ada banyak tanda di tulang yang menunjukkan hyena telah menggerogoti tulang.
Kendati masih banyak misteri yang belum terungkap ihwal Umm Jirsan, peneliti berharap lubang mengerikan itu dapat menjelaskan paleoekologi dan prasejarah Arab kuno. “Di wilayah di mana pengawetan tulang sangat buruk, situs seperti Umm Jirsan menawarkan sumber daya baru yang menarik,” kata Stewart. (Sc : Kumparan)
Hyena bergaris. Foto: Wikimedia Commons[/caption]
Dalam penyelidikan sebelumnya yang dilakukan pada 2007, peneliti mendengar suara geraman di dalam gua, menunjukkan bahwa Umm Jirsan tidak bisa dibuka untuk umum atau dijadikan tempat wisata.
Kemungkinan hewan lain juga ikut andil dalam mengumpulkan tulang belulang di dalam gua, seperti serigala atau rubah. Kendati bukti menunjukkan bahwa sebagian besar tulang itu dikumpulkan oleh hyena. Sebab, serigala biasanya tidak membawa jauh bangkai atau tulang korbannya dari tempat perburuan. Begitupun rubah yang tidak untuk membawa mangsa besar. Selain itu, ada banyak tanda di tulang yang menunjukkan hyena telah menggerogoti tulang.
Kendati masih banyak misteri yang belum terungkap ihwal Umm Jirsan, peneliti berharap lubang mengerikan itu dapat menjelaskan paleoekologi dan prasejarah Arab kuno. “Di wilayah di mana pengawetan tulang sangat buruk, situs seperti Umm Jirsan menawarkan sumber daya baru yang menarik,” kata Stewart. (Sc : Kumparan)
Pilihan Redaksi
IndexPendekatan konsep Pahala-Dosa sebagai Lampu Lalu Lintas Kehidupan
Liminal Community: Mencari Sakralitas di luar Religiusitas
Riba itu Otoritarianisme dan Sedekah Brutal itu Egalitarianisme
Nikah Sederhana Itu Keren, tapi Nikah Mewah dengan Kesadaran itu Keren Banget
Perbedaan Prilaku Keuangan Atau Financial Behaviour Antara Generasi Milenial dan Generasi Z
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Sains
Seperti Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Manusia Setelah Kematian
Selasa, 14 Juni 2022 - 21:48:45 Wib Sains
Manusia Berpotensi Jadi Kanibal Jika Tinggal di Planet Lain
Rabu, 29 Desember 2021 - 09:10:08 Wib Sains
Sindrom Tangan Alien dan 7 Gangguan Jiwa yang Jarang Diketahui Orang
Ahad, 17 Oktober 2021 - 04:35:08 Wib Sains
5 Cerita Gila, Mereka yang Ingin Memodifikasi Cuaca, dari Memindahkan Tanah, hingga Melakukan Pencurian Awan
Selasa, 12 Oktober 2021 - 08:11:47 Wib Sains
