Sudjiwo Tedjo buka suara soal kasus pembunuhan di Sawah Besar. (YouTube/Indonesia Lawyers Club)[/caption]
Gara-gara cara mendidik anaknya tak biasa seperti itu, Sudjiwo Tedjo pernah dipanggil guru sang anak.
Ini bermula ketika sang anak Jagad ikut wisata di sekolahnya.
Saat berada di bis, Jagad dimarahi gurunya.
"Begitu dimarahin dijawab sama Jagad 'bu guru k*nt*l," cerita Sudjiwo Tedjo.
Ini membuat Sudjiwo Tedjo dipanggil guru anaknya.
Sudjiwo Tedjo lalu menjelaskan alasannya mendidik sang anak dengan cara seperti itu untuk memberitahu anak-anaknya bahwa tak ada yang kotor di dunia.
"Saya supaya ketika dia (anak) gede, dia ga usah nonton BF (blue film). Karena bagi dia itu ga ada hal kotor di dunia," ungkap Sudjiwo Tedjo.
Guru tersebut memahami maksud dan tujuan Sudjiwo Tedjo. Namun sang guru memberitahu bahwa dunia keluarga berbeda dengan dunia pendidikan.
"Aku lupa waktu itu ya aku minta maaf. Bahwa dunia itu ada dunia rumah tangga ada dunia di luar rumah tangga," tutur Sudjiwo Tedjo.
"Misalkan kamu hanya boleh bilang k*nt*l kalo di rumah. Ini bukan maksud untuk porno-porno apa tapi untuk melatih pikiran ga ada yang porno sehingga nanti kamu gedenya ga ada nonton BF," jelas dia lagi.
Unik Sudjiwo Tedjo Panggil Anak-anaknya dengan Sebutan Kelamin, Ternyata Ini Alasannya
Ilustrasi Sudjiwo Tedjo. Sudjiwo Tedjo punya cara unik mendidik anak-anaknya. [Instagram/president_jancukers]|Sudjiwo Tedjo buka suara soal kasus pembunuhan di Sawah Besar. (YouTube/Indonesia Lawyers Club)
JEVPEDIA.COM - Budayawan Sudjiwo Tedjo punya cara unik dalam mendidik anak-anaknya.
Sedari kecil, anak-anak diajari Sudjiwo Tedjo bahwa kelamin itu bukanlah hal jelek.
Untuk itu Sudjiwo Tedjo membiasakan menyebut alat kelamin saat memanggil anak-anaknya.
Sudjiwo Tedjo punya alasan mengapa melakukan hal itu.
"Dari kecil aku tuh pendidikan ga ada kelamin itu jelek. Tujuannya bahwa ga ada yang kotor di dunia ini yang kotor cuma cara kita berpikir," kata Sudjiwo Tedjo dikutip dari YouTube Soleh Solihun berjudul "THE SOLEH SOLIHUN INTERVIEW: SUJIWO TEJO".
"Jadi sebutan k*nt*l m*m*k itu biasa dari kecil. Yang cowok-cowok aku panggil k*nt*l, yang perempuan aku panggil m*m*k," ujar dia.
[caption id="attachment_1885" align="alignnone" width="591"]
Sudjiwo Tedjo buka suara soal kasus pembunuhan di Sawah Besar. (YouTube/Indonesia Lawyers Club)[/caption]
Gara-gara cara mendidik anaknya tak biasa seperti itu, Sudjiwo Tedjo pernah dipanggil guru sang anak.
Ini bermula ketika sang anak Jagad ikut wisata di sekolahnya.
Saat berada di bis, Jagad dimarahi gurunya.
"Begitu dimarahin dijawab sama Jagad 'bu guru k*nt*l," cerita Sudjiwo Tedjo.
Ini membuat Sudjiwo Tedjo dipanggil guru anaknya.
Sudjiwo Tedjo lalu menjelaskan alasannya mendidik sang anak dengan cara seperti itu untuk memberitahu anak-anaknya bahwa tak ada yang kotor di dunia.
"Saya supaya ketika dia (anak) gede, dia ga usah nonton BF (blue film). Karena bagi dia itu ga ada hal kotor di dunia," ungkap Sudjiwo Tedjo.
Guru tersebut memahami maksud dan tujuan Sudjiwo Tedjo. Namun sang guru memberitahu bahwa dunia keluarga berbeda dengan dunia pendidikan.
"Aku lupa waktu itu ya aku minta maaf. Bahwa dunia itu ada dunia rumah tangga ada dunia di luar rumah tangga," tutur Sudjiwo Tedjo.
"Misalkan kamu hanya boleh bilang k*nt*l kalo di rumah. Ini bukan maksud untuk porno-porno apa tapi untuk melatih pikiran ga ada yang porno sehingga nanti kamu gedenya ga ada nonton BF," jelas dia lagi.
Sudjiwo Tedjo buka suara soal kasus pembunuhan di Sawah Besar. (YouTube/Indonesia Lawyers Club)[/caption]
Gara-gara cara mendidik anaknya tak biasa seperti itu, Sudjiwo Tedjo pernah dipanggil guru sang anak.
Ini bermula ketika sang anak Jagad ikut wisata di sekolahnya.
Saat berada di bis, Jagad dimarahi gurunya.
"Begitu dimarahin dijawab sama Jagad 'bu guru k*nt*l," cerita Sudjiwo Tedjo.
Ini membuat Sudjiwo Tedjo dipanggil guru anaknya.
Sudjiwo Tedjo lalu menjelaskan alasannya mendidik sang anak dengan cara seperti itu untuk memberitahu anak-anaknya bahwa tak ada yang kotor di dunia.
"Saya supaya ketika dia (anak) gede, dia ga usah nonton BF (blue film). Karena bagi dia itu ga ada hal kotor di dunia," ungkap Sudjiwo Tedjo.
Guru tersebut memahami maksud dan tujuan Sudjiwo Tedjo. Namun sang guru memberitahu bahwa dunia keluarga berbeda dengan dunia pendidikan.
"Aku lupa waktu itu ya aku minta maaf. Bahwa dunia itu ada dunia rumah tangga ada dunia di luar rumah tangga," tutur Sudjiwo Tedjo.
"Misalkan kamu hanya boleh bilang k*nt*l kalo di rumah. Ini bukan maksud untuk porno-porno apa tapi untuk melatih pikiran ga ada yang porno sehingga nanti kamu gedenya ga ada nonton BF," jelas dia lagi.
Pilihan Redaksi
IndexPendekatan konsep Pahala-Dosa sebagai Lampu Lalu Lintas Kehidupan
Liminal Community: Mencari Sakralitas di luar Religiusitas
Riba itu Otoritarianisme dan Sedekah Brutal itu Egalitarianisme
Nikah Sederhana Itu Keren, tapi Nikah Mewah dengan Kesadaran itu Keren Banget
Perbedaan Prilaku Keuangan Atau Financial Behaviour Antara Generasi Milenial dan Generasi Z
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lifestyle
BRI Hadirkan Kemudahan Pembayaran Digital di Seluruh Pusat Perbelanjaan di Indragiri Hilir
Senin, 29 Juni 2026 - 14:27:32 Wib Lifestyle
Eksplorasi Karakter, Beranda Komunitas Tembilahan Sukses Gelar Event Episode I
Sabtu, 26 November 2022 - 21:45:02 Wib Lifestyle
Usai Berhenti Minum Kopi, Ini Sederet Efek yang akan Muncul pada Tubuh
Kamis, 24 November 2022 - 15:15:50 Wib Lifestyle
