Air Beracun Mengalir ke Sungai Retih, Tanggul Tambang PT Bara Prima Pratama Dibiarkan Jebol

Ahad, 24 Agustus 2025 | 11:25:12 WIB

Batu Ampar — Danau bekas galian tambang batu bara milik PT Bara Prima Pratama kembali jebol dan mengalir ke Sungai Retih, sungai induk yang menjadi tumpuan sebagian masyarakat Batu Ampar untuk kebutuhan sehari-hari.

Peristiwa jebolnya tanggul ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, tanggul danau tambang tersebut juga pernah jebol, namun kini kembali terulang. Kondisi ini menimbulkan keresahan warga karena Sungai Retih merupakan sumber air utama sekaligus jalur aktivitas masyarakat sehari-hari.

Sudah hampir satu bulan tanggul yang jebol dibiarkan tanpa perbaikan berarti. Hal ini membuat warga menilai pengelolaan danau bekas tambang oleh pihak perusahaan masih dianggap remeh dan kurang serius.

Selain membahayakan secara fisik, aliran air dari danau bekas galian tambang juga berpotensi menimbulkan pencemaran. Air danau tambang umumnya mengandung zat berbahaya, seperti air asam tambang (Acid Mine Drainage) dan logam berat (besi, mangan, arsenik, hingga kadmium). Bila mengalir ke sungai yang digunakan masyarakat, air tersebut dapat merusak ekosistem perairan, mencemari ikan, serta berisiko menimbulkan gangguan kesehatan apabila digunakan untuk mandi, mencuci, maupun konsumsi sehari-hari.

Warga Batu Ampar mendesak agar PT Bara Prima Pratama segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki tanggul dan memastikan kejadian serupa tidak terulang. Mereka juga berharap pemerintah daerah turut mengawasi dan menindaklanjuti persoalan ini demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Sementara itu, media sudah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PT Bara Prima Pratama terkait jebolnya tanggul danau tambang tersebut. Namun, pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp hanya dibaca tanpa adanya balasan dari pihak perusahaan.

Terkini