JEVPEDIA.COM - Dugaan keterlibatan Pangeran Andrew, Duke of York, dalam skandal kekerasan seksual di Amerika Serikat (AS) membuat dirinya kehilangan gelar militer dan kerajaan. Pihak Istana Buckingham mengumumkan bahwa atas izin Ratu Elizabeth II, Pangeran Andrew tak boleh lagi menggunakan gelar His Royal Highness (HRH) dan afiliasi militer. "Dengan persetujuan Ratu, afiliasi militer Duke of York dan perlindungan kerajaan telah dikembalikan pada Ratu. Duke of York tidak akan melanjutkan tugas dan akan membela kasus ini sebagai warga negara," tulis pernyataan resmi pihak Istana Buckingham yang diunggah di akun Instagram resmi @theroyalfamily.
Tak cuma itu, menurut laporan BBC, seluruh kegiatan kerajaan yang melibatkan Pangeran Andrew telah dihentikan secara langsung dan akan dialihkan ke anggota keluarga kerajaan Inggris lainnya. Sama seperti Pangeran Harry dan Meghan Markle, saat ini Pangeran Andrew masih menyandang gelar HRH tapi tak bisa digunakan untuk kepentingan resmi dalam hal apa pun. Keputusan ini dibuat sehari setelah seorang hakim asal Manhattan mengizinkan gugatan kekerasan seksual atas Pangeran Andrew bisa terus dilanjutkan. Dengan dicopotnya gelar Pangeran Andrew, pihak Istana Buckingham bisa menyatakan kalau kerajaan tidak terlibat dengan skandal apa pun terkait ayah dari Putri Beatrice dan Eugenie itu. [caption id="attachment_3903" align="alignnone" width="300"]
Pangeran Andrew. Foto: AFP/TOBY MELVILLE[/caption] Diketahui, pada 2019 lalu Pangeran Andrew dikabarkan terlibat dalam tuduhan pelecehan seksual terkait kasus Jeffrey Epstein yang terjadi 2015 lalu. Hal ini terungkap setelah dokumen-dokumen milik Jeffrey Epstein terungkap ke publik. Salah satunya berisi tentang keterkaitan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Pangeran Andrew. Dalam dokumen yang ditulis oleh Virginia Roberts Giuffre (korban pelecehan seksual Jeffrey Epstein yang melakukan gugatan), seorang perempuan bernama Johanna Sjoberg menuding Pangeran Andrew atas pelecehan seksual dengan menyentuh payudaranya pada 2001 silam. [caption id="attachment_3904" align="alignnone" width="300"]
Virginia Robert Giuffre, perempuan yang diduga jadi korban pelecehan seksual Pangeran Andrew. Foto: JOHN THYS / AFP[/caption] Karena hal ini, Pangeran Andrew sempat mengundurkan diri dari tugas-tugas kerajaan pada 2019. Ia mengatakan tuduhan tersebut telah mengganggu pekerjaannya sebagai anggota kerajaan Inggris. Pangeran Andrew sendiri sejak awal telah membantah segala tuduhan terkait skandal seks. Penyangkalannya ini sangat ditentang oleh publik, terutama di media sosial. Ia bahkan dihujat karena dianggap tidak berempati pada korban karena mengaku tidak menyesal berteman dengan Jeffrey Epstein. Baru-baru ini, BBC melaporkan bahwa kelompok anti-monarki merilis surat permohonan pencabutan gelar militer Pangeran Andrew. Surat tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 150 anggota veteran Angkatan Laut, RAF, dan Angkatan Darat Kerajaan Inggris. "Bersalah atau tidak, dia telah mencemarkan nama baik… Dia tidak cocok untuk menyandang pangkat kehormatan apa pun. Keterlibatannya dengan kasus seperti ini telah membuatnya tidak mendapatkan hak itu," ungkap Letnan Stuart Hunt, anggota militer yang bertugas di Resimen Tank Kerajaan Pertama, kepada PA News Agency. (Sc : Kumparan)
Ratu Elizabeth II Cabut Gelar Kerajaan Pangeran Andrew karena Skandal Seks
|Pangeran Andrew. Foto: AFP/TOBY MELVILLE|Virginia Robert Giuffre, perempuan yang diduga jadi korban pelecehan seksual Pangeran Andrew. Foto: JOHN THYS / AFP|
Pilihan Redaksi
IndexPendekatan konsep Pahala-Dosa sebagai Lampu Lalu Lintas Kehidupan
Liminal Community: Mencari Sakralitas di luar Religiusitas
Riba itu Otoritarianisme dan Sedekah Brutal itu Egalitarianisme
Nikah Sederhana Itu Keren, tapi Nikah Mewah dengan Kesadaran itu Keren Banget
Perbedaan Prilaku Keuangan Atau Financial Behaviour Antara Generasi Milenial dan Generasi Z
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Internasional
Belajar dari Orang Palestina: Dunia Fisik Neraka, tapi Kesadaran Mereka di Langit Tertinggi
Selasa, 18 Maret 2025 - 06:45:28 Wib Internasional
Sosok Nupur Sharma, Politikus India yang Hina Nabi Muhammad
Selasa, 07 Juni 2022 - 15:22:54 Wib Internasional
Kota Terpencil Australia Catat Rekor Suhu Terpanas 50,7 Derajat Celsius
Sabtu, 15 Januari 2022 - 00:32:13 Wib Internasional
Percaya Teori Konspirasi, Ratusan Orang di AS Menanti Presiden JFK Hidup Lagi
Ahad, 21 November 2021 - 05:06:51 Wib Internasional
