Ilustasi hacker. Foto: Shutterstock[/caption]
Tim peneliti Insikt Group mendeteksi malware PlugX yang dioperasikan oleh grup Mustang Panda menggunakan servercommand and control (C&C) untuk berkomunikasi dengan host di dalam jaringan pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, hacker dapat mengendalikan sistem yang disusupi oleh malware dan menerima data curian dari jaringan target.
Sistem yang menjalankan malware dan berkomunikasi ke server C&C berbasis internet dapat mengekstrak data penting dari target, seperti menangkap password pengguna dan juga dapat melakukan lebih banyak kerusakan. Laporan ini tak menyebutkan dengan jelas metode pengiriman malware ke jaringan pemerintah Indonesia.
Hacker China Diduga Retas Jaringan 10 Kementerian dan Lembaga di Indonesia
|Ilustasi hacker. Foto: Shutterstock
JEVPEDIA.COM - Hacker China dilaporkan telah berhasil meretas jaringan internal setidaknya 10 kementerian dan lembaga pemerintah Indonesia, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN). Namun, hingga saat ini belum tahu tujuan dan kerugian yang ditimbulkan dari aksi peretasan ini.
Dugaan peretasan 10 jaringan internal kementerian dan lembaga pemerintah Indonesia ini terungkap dari laporan organisasi non-profit yang konsen terhadap keamanan siber, Insikt Group. Dikutip The Record yang mempublikasi laporan tersebut, tim peneliti telah melihat peretasan terjadi sejak bulan April lalu.
Menurut laporan tersebut, peretasan dikaitkan dengan Mustang Panda, sekelompok hacker China yang dikenal dengan banyak aksi spionase yang menargetkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
[caption id="attachment_2788" align="aligncenter" width="300"]
Ilustasi hacker. Foto: Shutterstock[/caption]
Tim peneliti Insikt Group mendeteksi malware PlugX yang dioperasikan oleh grup Mustang Panda menggunakan servercommand and control (C&C) untuk berkomunikasi dengan host di dalam jaringan pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, hacker dapat mengendalikan sistem yang disusupi oleh malware dan menerima data curian dari jaringan target.
Sistem yang menjalankan malware dan berkomunikasi ke server C&C berbasis internet dapat mengekstrak data penting dari target, seperti menangkap password pengguna dan juga dapat melakukan lebih banyak kerusakan. Laporan ini tak menyebutkan dengan jelas metode pengiriman malware ke jaringan pemerintah Indonesia.
Ilustasi hacker. Foto: Shutterstock[/caption]
Tim peneliti Insikt Group mendeteksi malware PlugX yang dioperasikan oleh grup Mustang Panda menggunakan servercommand and control (C&C) untuk berkomunikasi dengan host di dalam jaringan pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, hacker dapat mengendalikan sistem yang disusupi oleh malware dan menerima data curian dari jaringan target.
Sistem yang menjalankan malware dan berkomunikasi ke server C&C berbasis internet dapat mengekstrak data penting dari target, seperti menangkap password pengguna dan juga dapat melakukan lebih banyak kerusakan. Laporan ini tak menyebutkan dengan jelas metode pengiriman malware ke jaringan pemerintah Indonesia.
Pilihan Redaksi
IndexPendekatan konsep Pahala-Dosa sebagai Lampu Lalu Lintas Kehidupan
Liminal Community: Mencari Sakralitas di luar Religiusitas
Riba itu Otoritarianisme dan Sedekah Brutal itu Egalitarianisme
Nikah Sederhana Itu Keren, tapi Nikah Mewah dengan Kesadaran itu Keren Banget
Perbedaan Prilaku Keuangan Atau Financial Behaviour Antara Generasi Milenial dan Generasi Z
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Daerah
Komitmen Ketahanan Pangan, Polsek Tembilahan Gelar Penanaman Jagung di Seberang Tembilahan
Ahad, 10 Mei 2026 - 13:09:05 Wib Daerah
Lakukan Monev, Ketua TP. PKK Inhil Harap Kesinambungan Kegiatan di daerah dengan Program Pokok PKK
Sabtu, 07 Februari 2026 - 13:03:16 Wib Daerah
Bupati Inhil Herman Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenazah ASN Pemkab Inhil
Sabtu, 07 Februari 2026 - 13:00:48 Wib Daerah
Ramadhan Ke-7 Pemkab Inhil Perkuat Silaturahmi Melalui Buka Puasa Bersama
Jumat, 27 Februari 2026 - 12:58:33 Wib Daerah
