1. Total foto-foto yang terkumpul bahkan memakan data sampai lebih dari 186 GB! Bahkan, Jaju butuh waktu tambahan selama 38 hingga 40 jam demi pemrosesan lanjutan dari hasil foto akhir yang berukuran sekitar 600 MB.

2. "Saya mengambil gambar (foto Bulan) pada 3 Mei pukul 1 dini hari. Saya mengambil gambar dalam bentuk video dan foto selama empat jam. Butuh waktu 38-40 jam untuk pemrosesan," kata Jaju kepada kantor berita India, ANI.

3. Jaju menjelaskan kalau laptopnya hampir mati ketika memproses lebih dari 186 GB Data, karena menjalani tugas pengeditan yang sangat berat.

Sumber foto: instagram.com/prathameshjaju
4. Lebih mengejutkannya, Jaju belajar secara otodidak demi mempelajari segalanya melalui membaca artikel juga menonton YouTube. Nah, patut dicontoh nih.

5. "Saya membaca beberapa artikel dan melihat beberapa video YouTube untuk mempelajari cara menangkap gambar-gambar ini. Saya belajar prosesnya," jelasnya.

6. Gambar foto Bulan yang teramat jelas ini bikin orang-orang bisa memperbesar sebanyak yang dia inginkan tanpa harus kehilangan detailnya.

7. Gambar yang ditangkap oleh Jaju juga punya nilai ilmiah, lantaran warna berbeda yang tampak pada gambar memperlihatkan adanya endapan mineral pada permukaan bulan.

8. Banyak yang mungkin bertanya-tanya kenapa dirinya perlu mengambil 50.000 gambar dan bukan hanya melalui satu bidikan saja?

9. "Seringkali satu gambar menjadi piksel dan buram saat kami memperbesarnya. Untuk menghindari itu saya menggunakan teknik mosaik, yang dalam istilah awam disebut fotografi panorama," ungkap Jaju.

10. Pada unggahan akun Instagramnya, Jaju menjelaskan alat yang ia pakai dalam menangkap foto Bulan ini dengan jelas. Seperti, Celestron 5 Cassegrain OTA, ZWO ASI120MC-S, SkyWatcher EQ3-2 GO-TO, dan GSO 2X BARLOW.

