Istri Herry Wirawan Terlihat Stres
[caption id="attachment_3741" align="alignnone" width="300"]
Ruangan sidang perkara pemerkosa santri oleh Herry Wirawan di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (21/12). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan[/caption]
Sementara itu, sambung Asep, kondisi istri Herry Wirawan terlihat stress dan trauma ketika menghadiri persidangan untuk memberikan keterangan.
"Istri ternyata belum diperiksa ya secara psikologis tapi kalau saya lihat sepintas, saya bukan ahli psikologi atau di bidang itu, tapi kondisi tertekan dan trauma itu pasti ada," ucap dia.
Sejak awal pihak kepolisian maupun kejaksaan tak merincikan mengenai sosok istri Herry Wirawan, termasuk inisial nama dan usia. Namun Herry Wirawan dan istrinya sudah lama menikah dan memiliki 3 orang anak.
[caption id="attachment_3742" align="alignnone" width="300"]
Yayasan Yatim Piatu Manarul Huda di Antapani Kota Bandung, yang dikelola Herry Wirawan. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan[/caption]
Keduanya merupakan warga asli Garut yang merantau ke Kota Bandung dan mendirikan pondok pesantren di kawasan Antapani. Pesantren ini dikelola keduanya.
Herry Wirawan kemudian mengumpulkan donasi dari masyarakat hingga terkumpul dana dan membangun pesantren di kawasan Cibiru. Di lokasi ini, para santri dimanfaatkan menjadi kuli bangunan.
[caption id="attachment_3743" align="alignnone" width="300"]
Madani Boarding School, di Kompleks Yayasan Margasatwa, Kecamatan Cibiru, milik Herry Wirawan. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan[/caption]
Sementara dari kasus pemerkosaan Herry Wirawan terhadap 13 santri, lahir sembilan bayi. Herry Wirawan menggunakan bayi-bayi malang ini sebagai alat untuk meminta sumbangan anak yatim kepada donatur.
Kasus pemerkosaan itu dilakukan di berbagai tempat seperti hotel, apartemen, hingga pondok pesantren yang dikelola Herry Wirawan.
(Sc : Kumparan)