Hyena bergaris. Foto: Wikimedia Commons[/caption]
Dalam penyelidikan sebelumnya yang dilakukan pada 2007, peneliti mendengar suara geraman di dalam gua, menunjukkan bahwa Umm Jirsan tidak bisa dibuka untuk umum atau dijadikan tempat wisata.
Kemungkinan hewan lain juga ikut andil dalam mengumpulkan tulang belulang di dalam gua, seperti serigala atau rubah. Kendati bukti menunjukkan bahwa sebagian besar tulang itu dikumpulkan oleh hyena. Sebab, serigala biasanya tidak membawa jauh bangkai atau tulang korbannya dari tempat perburuan. Begitupun rubah yang tidak untuk membawa mangsa besar. Selain itu, ada banyak tanda di tulang yang menunjukkan hyena telah menggerogoti tulang.
Kendati masih banyak misteri yang belum terungkap ihwal Umm Jirsan, peneliti berharap lubang mengerikan itu dapat menjelaskan paleoekologi dan prasejarah Arab kuno. “Di wilayah di mana pengawetan tulang sangat buruk, situs seperti Umm Jirsan menawarkan sumber daya baru yang menarik,” kata Stewart. (Sc : Kumparan)