Sebelum Einstein menyoal masalah ini, para ilmuwan lainnya telah menduga bahwa gravitasi pada dasarnya bertindak secara instan. Meskipun di satu sisi, hal itu belum bisa dibuktikan.
Namun jika itu benar, maka yang pertama sekali terjadi ketika matahari menghilang adalah, Bumi bersama dengan semua planet lainnya akan terbang ke angkasa luar.
Itu artinya, sistem tata surya pun akan menjadi kacau dan tak terkendali.
Nah, perlu dikatahui bahwa cahaya yang masuk ke bumi tidak terjadi dengan instan.
Cahaya yang bergerak dengan kecepatan sekitar 671 juta mil, membutuhkan waktu selama 8 menit untuk mencapai Bumi.
Maka jika kecepatan cahaya adalah konstan dan kecepatan gravitasi adalah seketika, maka manusia akan merasakan hilangnya matahari sebelum sempat melihatnya.
Namun lain halnya dengan teori tentang relativitas umum yang disampaikan oleh Einstein, yang mana menyebutkan bahwa gaya gravitasi tidak terjadi seketika.
Bahkan, menurut Einstein, gravitasi bergerak dengan kecepatan yang sama seperti cahaya.
Jika merujuk pendapat Einsten, ketika matahari menghilang, maka manusia tidak akan sadar selama delapan menit dan malapetakan pun akan terjadi saat itu juga.
Namun secara umum, dampak dari hilangnya matahari pasti akan dirasakan oleh seluruh makhluk hidup di bumi.
Tanpa sinar dan energi panas dari matahari, manusia akan mati membeku hanya dalam tempo beberapa minggu saja.
Selain itu, proses fotosintesis juga akan berhenti, yang selanjutnya akan membunuh beberapa jenis tanaman.
Lalu, dalam tempo dua bulan setelah matahari lenyap, permukaan laut akan menjadi beku, walaupun butuh 1.000 tahun untuk membekukan seluruh lautan hingga bagian terdalamnya.
Lewat apa yang sudah dijelaskan, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa Bumi dan planet lainnya akan menjadi kacau tanpa kehadiran matahari di tata surya.
Bumi yang menjadi tempat tinggal kita dan makhluk hidup lainnya, dipastikan akan menjadi gurun yang melayang tak tentu arah di ruang angkasa. (Sc : jalantikus.com)