Sejumlah kendaraan rusak terlihat di jalan, usai dilanda hujan deras dan banjir di Verviers, Belgia, 16 Juli 2021. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir di beberapa provinsi di Belgia. REUTERS/Yves Herman[/caption]
Armin Laschet, perdana menteri negara bagian North Rhine-Westphalia dan kandidat partai CDU yang berkuasa dalam pemilihan umum September, mengatakan dia akan berbicara dengan Menteri Keuangan Olaf Scholz dalam beberapa hari mendatang tentang dukungan keuangan.
Kanselir Angela Merkel diperkirakan akan melakukan perjalanan pada hari Minggu ke Rhineland Palatinate, negara bagian yang merupakan rumah bagi desa Schuld yang hancur.
Di Belgia, jumlah korban tewas naik menjadi 27, menurut pusat krisis nasional, yang mengoordinasikan operasi bantuan di sana.
Badan bencana itu mengatakan ada 103 orang hilang atau tidak dapat dijangkau. "Beberapa kemungkinan tidak dapat dijangkau karena mereka tidak dapat mengisi ulang pulsa ponsel atau berada di rumah sakit tanpa dokumen identitas," kata pusat bencana tersebut.
Selama beberapa hari terakhir, banjir, yang sebagian besar melanda negara bagian Rhineland Palatinate di Jerman dan Rhine-Westphalia Utara dan Belgia timur, telah memutus aliran listrik dan komunikasi dari seluruh permukiman.
RWE, produsen listrik terbesar di Jerman, mengatakan pada hari Sabtu tambang terbukanya di Inden dan pembangkit listrik tenaga batu bara Weisweiler terkena dampak besar-besaran, menambahkan bahwa pembangkit listrik itu beroperasi pada kapasitas yang lebih rendah setelah situasi stabil.
Di provinsi Luksemburg dan Namur di Belgia selatan, pihak berwenang bergegas untuk memasok air minum ke rumah tangga.
Ketinggian air banjir perlahan turun di bagian paling parah di Belgia, memungkinkan penduduk memilah-milah barang-barang yang rusak. Perdana Menteri Alexander De Croo dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengunjungi beberapa daerah pada Sabtu sore.
Operator jaringan kereta api Belgia Infrabel menerbitkan rencana perbaikan jalur, beberapa di antaranya akan kembali beroperasi hanya pada akhir Agustus.
Layanan darurat di Belanda juga tetap dalam siaga tinggi karena sungai yang meluap mengancam kota-kota dan desa-desa di seluruh provinsi selatan Limburg.
Puluhan ribu penduduk di wilayah itu telah dievakuasi dalam dua hari terakhir, sementara tentara, pemadam kebakaran, dan sukarelawan bekerja sepanjang Jumat malam untuk menguatkan tanggul dan mencegah banjir.
Belanda sejauh ini lolos dari bencana dalam skala besar seperti negara tetangganya, dan pada Sabtu pagi tidak ada korban yang dilaporkan.
Para ilmuwan telah lama mengatakan bahwa perubahan iklim akan menyebabkan hujan lebat di Jerman, tetapi menentukan dampak curah hujan tanpa henti ini akan memakan waktu setidaknya membutuhkan penelitian beberapa minggu, kata para ilmuwan pada hari Jumat. (Sc. tempo.co)