Deputi Pengembangan Produk dan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Riski Handayani menjelaskan jika saat itu Wamenparekraf dalam kondisi kelelahan.

Wamenparekraf Pingsan Diduga Kelelahan saat Hadiri Acara Budaya di Keraton Solo

JEVPEDIA.COM – Ada kejadian mengagetkan saat acara Launching Atraksi Budaya Prajurit Keraton di Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Solo, Sabtu (6/11) sore. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Herliani Tanoesoedibjo yang berdiri di depan mic tiba-tiba sempoyongan dan terjatuh.

Melihat kejadian tersebut Pangageng Parentah Keraton KGPH Dipokusumo yang berpidato disampingnya, Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak di belakangnya, dan sejumlah hadirin lainnya segera menolongnya. Putri bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo tersebut terkulai lemas dan digotong masuk ke dalam keraton.

Saat kejadian, Wamenparekraf sedang memberikan keterangan pers bersama Dipokusumo dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka terkait acara atraksi budaya. Namun saat giliran terakhir Dipokusumo memberikan keterangan pers, Wamenparekraf tiba-tiba tumbang.

Deputi Pengembangan Produk dan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Riski Handayani menjelaskan jika saat itu Wamenparekraf dalam kondisi kelelahan. Sebelum tiba di keraton, Angela terlebih dulu berkunjung ke Rumah Atsiri Indonesia di Tawangmangu Karanganyar.

“Tadi sebelum ke sini, kita ada kunjungan ke Karanganyar dulu. Mungkin beliau kelelahan,” katanya.

Menurut Riski, selama di Rumah Atsiri, kondisi Wamenparekraf baik-baik saja. Ia menduga Angela kelelahan karena banyak kesibukan.

Dinas Pariwisata bersama Keraton Surakarta Hadiningrat serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menggelar atraksi prajurit keraton. Kegiatan ini dikemas seperti pergantian prajurit penjaga di Istana Buckingham, London Inggris atau atraksi prajurit jaga di Istana Gyeongbokgung, di Seoul, Korea Selatan.

“Atraksi budaya ini menampilkan prajurit keraton dan prajurit kreasi baru. Ini pertama kalinya prajurit keraton dijadikan atraksi budaya sebagai daya tarik wisata,” terang Dipokusumo.

Lebih lanjut Dipukusumo mengatakan salah satu atraksi prajurit keraton yang ditampilkan adalah saat pergantian prajurit jaga. Nantinya atraksi tersebut akan digelar setiap hari Sabtu sore.

Sedangkan untuk prajurit dengan kreasi nantinya akan ditempatkan di sejumlah titik seperti kawasan Gladak atau di Balai Kota Solo.

Lebih lanjut, Dipokusumo mengatakan ada sekitar 21 kesatuan prajurit di Keraton Surakarta. Mereka juga memiliki kekhasan pakaian seragam yang dikenakan.

“Para prajurit keraton ini biasanya tampil dalam setiap upacara adat keraton.Setidaknya ada sembilan upacara adat keraton mulai dari bulan Suro hingga Besar,” jelasnya lagi.

 

 

 

(Sc : Merdeka.com)

Check Also

Ferdinand Hutahaean Dipolisikan Terkait Cuitan ‘Allahmu Lemah’

JEVPEDIA.COM – Ferdinand Hutahaean dilaporkan ke kepolisian oleh organisasi masyarakat (Ormas) Islam di Makassar, Sulawesi Selatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *