Penemuan Batu Meteorit Seusia Tata Surya yang Lebih Tua dari Umur Bumi!

JEVPEDIA.COM – Sebuah batu kecil tergeletak di lapangan yang berlokasi Gloucestershire di Inggris yang beberapa waktu lalu ditemukan ini mungkin tak banyak menarik perhatian orang-orang.

Namun, siapa yang menyangka jika batu ini justru berisi informasi penting terkait dengan penciptaan dan pembentukan Tata Surya. Artinya asal usul dimulainya kehidupan.

Perlu untuk diketahui, batu ini teramat penting lantaran ia tidak terbentuk di planet ini, tetapi berasal dari suatu lokasi yang berada di luar orbit Mars.

Batu ini terlempar lantaran interaksi gravitasi atau tabrakan antar-asteroid yang membuat fragmen batuan ini berkelana melintasi luasnya luar angkasa dan akhirnya menghujam atmosfer Bumi menjadi meteorit.

Batu Berusia 4,6 Miliar Tahun

Batu Meteor Df5e0 B4865

Batu yang diketahui sebagai meteorit Winchcombe ini bisa jadi bukan hanya meteorit biasa. Saat ini para ilmuwan tengah menjalani analisis demi menentukan komposisi fragmen bantuan ini.

Hasilnya diharapkan bisa mempelajari dengan lebih lanjut terkait dari mana asal batu tersebut dan bagaimana batu ini terbentuk.

“Struktur internal batu ini rapuh dan terikat longgar, keropos dengan celah dan retakan,” papar ahli mikroskop Shaun Fowler asal Loughborough University, Inggris.

“Tampaknya batu ini tidak mengalami metamorfisme termal, yang berarti telah berada di luar sana, melewati Mars, tak tersentuh, sejak sebelum planet mana pun diciptakan, yang berarti kita memiliki kesempatan langka untuk memeriksa sepotong masa lalu primordial kita,” beber Fowlter seperti yang dilansir dari Science Alert.

Meteorit Jatuh Efeaa 9b836

Batu kecil ini adalah bagian dari meteorit yang serupa yang jatuh di Winchcombe sekitar bulan Maret 2021 lalu yang berumur sekitar 4,6 miliar tahun.

Usianya ini kira-kira sepantaran dengan Tata Surya. Artinya, fragmen batu ini terbentuk dari awan debu juga gas yang serupa dengan yang melahirkan Matahari serta planet-planet di Tata Surya kita.

Planet-planet di Tata Surya saat itu tengah mengalami peristiwa dan transformasi signifikan. Meteorit ini baru muncul di sabuk asteroid yang berada di antara Mars dan Jupiter.

Konstruksi batuan yang bersifat longgar ini memperlihatkan kalau batu tersebut tak mengalami pemadatan lantaran tumbukan yang berulang.

Meteorit Berjenis Kondrit Berkarbon

Pecahan batu meteor 'terkait pembentukan Tata Surya 4,6 miliar tahun silam'  berjatuhan di sebuah desa di Inggris - BBC News Indonesia

Entah mungkin takdir, semesta mendukung membawa batu ini mendarat di Inggris yang di mana kemudian menimbulkan kegemparan.

Lantaran ini merupakan batu meteorit pertama yang ditemui di Inggris dalam kurun 30 tahun terakhir dan tergolong jenis meteorit langka karena dikenal kondrit berkarbon.

Maksudnya, batu ini merupakan meteorit berbatu, bukannya besi, terutama terdiri atas karbon dan silikon.

Bahan-bahan tersebut punya kemungkinan kecil untuk dapat bertahan dari benturan atmosfer dibandingkan batuan besi.

Itulah alasannya mengapa kondrit berkarbon sedikit dan jarang didapati bisa mendarat dengan selamat di Bumi.

Batu kecil hitam ini bakal menjalani sejumlah rangkaian analisis, termasuk mikroskop elektron, spektroskopi getaran, juga difraksi sinar-X.

Teknik-teknik tersebu bakal membantu menguak struktur fisik dari batu ini, serta bahan yang membentuk batu ini.

“Sebagian besar meteorit terdiri dari mineral seperti olivin dan filosilikat, dengan inklusi mineral lain yang disebut kondrul,” tutur Fowler.

“Tetapi komposisinya berbeda dengan apa pun yang Anda temukan di Bumi dan berpotensi tidak seperti meteorit lain yang kami temukan,” tambahnya.

“Mungkin mengandung beberapa struktur kimia atau fisik yang sebelumnya tidak diketahui yang belum pernah terlihat dalam sampel meteorit lain yang tercatat,” bebernya.

Langkanya Meteorit Kondrit Berkarbon

Diperkirakan kurang dari lima persen dari keseluruhan meteorit yang didapati di Bumi merupakan berjenis kondrit berkarbon.

Meteorit jenis ini sangat dicari lantaran kaya akan bahan organik juga para ilmuwan mempercayai kalau mereka mungkin memiliki petunjuk mengenai asal-usul bahan organik yang berada di Bumi.

Fragmen batu luar angkasa lainnya yang serupa sudah menghasilkan beragam petunjuk terkait asal-usul kehidupan, bahkan air.

“Kondrit berkarbon mengandung senyawa organik termasuk asam amino, yang ditemukan di semua makhluk hidup,” ungkap ahli astrokimia Derek Robson asal East Anglian Astrophysical Research Organisation (EAARO) yang menemukan meteorit ini.

“Mampu mengidentifikasi dan mengkonfirmasi keberadaan senyawa semacam itu dari bahan yang ada sebelum Bumi lahir akan menjadi langkah penting untuk memahami bagaimana kehidupan bermula,” tambahnya. (Sc : jalantikus)

Check Also

Manusia Berpotensi Jadi Kanibal Jika Tinggal di Planet Lain

JEVPEDIA.COM – Ide membuat kluster di planet selain Bumi bisa disebut kebijakan yang baik untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *