Ngeri, Pasutri Pengikut Sekte Pemuja Iblis Mutilasi dan Makan Tubuh Manusia

JEVPEDIA.COM – Sekte pemuja iblis masih eksis sejak zaman dulu sampai sekarang. Ritual aneh dan mengerikan, seperti memberikan persembahan darah dan jasad manusia, kerap dilakukan para pengikutnya.

Seperti yang dilakukan pasangan suami istri (pasutrI), Andrei Tregubenko dan Olga Bolshakova, di Kota Moskow, Rusia. Pasutri pengikut sekte penyebah iblis ini mengaku telah membunuh, mutilasi, dan memakan tubuh sejumlah korban.

Perbuatan mengerikan itu dilakukan Andrei Tregubenko dan Olga Bolshakova, sebagai bagian dari ritual sekter penyebah iblis yang mereka ikuti. Andrei dan Olga mengaku membunuh korban di wilayah Rusia Oblast Leningrad dan Republik Karelia pada 2016.

Korban pembunuhun Andrei dan Olga, antara lain Victoria Zaitseva (27) dan Platon Stepanov. Victoria merupakan kenalan Andrei, sedangkan Platon teman lama Olga Bolshakov.

Dilansir dariThe News 24, dalam melakukan aksinya, Andrei dan Olga membawa korban ke tengah hutan. Di lokasi yang sudah ditentukan, korban dibunuh. Lalu, tubuh para korban dimutilasi dan dimakan dalam sebuah ritual sesat.

Penyidik kepolisian Moskow mencurigai Andrei dan Olga, orang tua dua putri yang awalnya ditangkap karena kasus narkoba ini, sudah lebih dari dua kali melakukan pembunuhan, mutilasi, dan kanibalisme.

Lantaran dua orang tuanya ditangkap, kini kedua putri Andrei dan Olga dirawat oleh Knesia, saudara perempuan dari ayah Andrei Tregubenko.

Knesia, mengatakan, Andrei Tregubenko tertarik kepada satanisme setelah berkenalan dengan Bolshakova. Sebaliknya, Bolshakova mengaku mulai menggunakan narkoba karena Andrei Tregubenko. Suaminya tersebut juga sering memukulinya.

Gazeta melansir, pasangan itu merupakan anggota sekte sesat penyebah iblis. Saat ini, polisi telah menangkap 10 anggota sekte tersebut. (Sc : Inews.id)

Check Also

Ramalan Pesawat Jatuh pada 2022, Ustaz Adi Hidayat: Jika Percaya, Itu Syirik!

JEVPEDIA.COM – Peramal Tigor Otadan menyampaikan bahwa ia melihat akan ada peristiwa duka yang terjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *