Investor di China kehilangan tabungan Rp400 juta gara-gara kripto Squid Game. Foto: Serial Squid Game (Reuters)

Investor Ini Kehilangan Tabungan Rp400 Juta Gara-gara Kripto Squid Game

JEVPEDIA.COM –  Bernard memutuskan menginvestasi tabungannya sebesar 28.000 dolar AS atau hampir Rp400 juta untuk membeli kripto Squid Game tanpa mencari tahu lebih detail soal koin yang terinspirasi dari serial populer Korea Selatan Squid Game, termasuk peringatan terkait tanda-tanda kripto itu adalah penipuan. Akibatnya, dia kehilangan semua tabungannya.

Menurut CoinMarketCap, pada Senin (1/11/2021), token Squid Game (SQUID) mencapai level tertinggi lebih dari 2.860 dolar AS, sebelum jatuh ke nol dolar AS.

“Ketergesaan saya untuk membeli token ini adalah karena satu ide yang masuk ke otak saya bahwa ‘Squid Game’ sangat, sangat populer sekarang, dan tokennya pasti juga populer. Ini sebuah tragedi. Saya tidak tahu bagaimana mengembalikan kehilangan uang saya,” kata Bernard, yang tinggal di Shanghai, dikutip dari CNBC, Rabu (3/11/2021).

Dia mengaku sebagai tulang punggung keluarga. Karena itu, sekarang dia bingung bagaimanan membiayai kebutuhan keluarganya.

Adapun catatan transaksi dari BscScan menunjukkan, pembuat anonim token Squid Game telah mengumpulkan setidaknya 3,4 juta dolar AS dana investor. Ekosistem kripto penuh dengan apa yang disebut skema ‘rug pull‘, di mana pendiri token tiba-tiba meninggalkan proyek dan membawa dana investor dengan menukar koin proyek dengan uang tunai.

Sementara buku putih yang merupakan dokumen berisi catatn proyek mengenai konsep aset kripto, sekaligus laman dari SQUID telah menghilang saat ini, meski salinannya masih beredar secara online. Twitter untuk sementara juga membatasi akun SQUID karena aktivitas yang mencurigakan.

Bernard mengatakan, dia telah menghubungi FBI serta Komisi Sekuritas dan Bursa tentang investasinya yang hilang. Dia juga telah menghubungi tim di belakang token tersebut, serta CoinMarketCap milik Binance, yang mencantumkan koin di situs webnya. Namun keduanya tidak bertanggung jawab atas kehilangan tersebut.

Bernard, yang mengaku punya banyak pengalaman dalam kripto dan komputer juga menyalahkan media atas investasinya di Squid Game.

“Di ruang perdagangan ini, semua orang akan terburu-buru dan terkadang Anda merasakan FOMO,” ujarnya.

Perasaan FOMO atau rasa takut ketinggalan, adalah sentimen umum di antara pedagang kripto yang berinvestasi di altcoin tahap awal, di mana mereka ingin sekali mendapat untung besar dan cepat atas investasinya.

 

 

(Sc : iNews.id)

 

Check Also

Gonta-ganti Seragam Satpam: Dulu Putih Ganti Cokelat, Dibilang Mirip Polisi, Kini Jadi Krem

JEVPEDIA.COM – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan kembali mengubah warna seragam Satuan Pengamanan atau Satpam. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *