Poto (Boombastis)

Fenomena Udara Dingin di Indonesia, Ini Penjelasannya!

JEVPEDIA – Pada 6 Juli lalu, Bumi berada di titik terjauh atau aphelion dari pusat tata surya, Matahari. Selain membuat Matahari terlihat kecil (meski tak terlihat mata telanjang), beberapa orang mengaitkan fenomena tersebut dengan penurunan suhu udara di Indonesia.

Faktanya, memang data ogimet suhu udara dari Tanjung Priok menunjukkan penurunan suhu 0,6 derajat Celsius dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, dan di Bandung pada Januari – Juni 2021. Namun, LAPAN memiliki penjelasan lain! Fenomena suhu dingin di Indonesia lebih disebabkan oleh cold front. Apa itu?

1. Fenomena suhu udara dingin di tropisnya Indonesia

Pada 20 Juni lalu, beredar sebuah video di platform TikTok yang mempertanyakan dinginnya suhu udara di kota Jakarta dan Depok. Diunggah oleh akun @_glgp, video tersebut mencantumkan tulisan,

“Kalian ngerasain juga ga si Kalo cuaca di Jakarta / Depok Skrng Kaya berubah jadi aga dingin gitu dri pagi s/d malem? Trus kaya ada kabut tipis2 gitu, apa cuma gua yg ngerasain ya”

Mengundang hingga lebih dari 7.200 komentar, mayoritas netizen pun mengungkapkan kalau fenomena tersebut juga terjadi di daerah-daerah lain seperti Tangerang, Bekasi, hingga Yogyakarta.

2. Penjelasan mengenai cold front

Melansir LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), cold front  yang terjadi saat kemarau basah adalah hasil dari pergerakan kuat angin monsun timur Australia yang dingin. Udara dingin di permukaan kemudian mendorong udara hangat ke atasnya.

Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) LAPAN menjelaskan bahwa udara dingin tersebut membentur udara hangat dari barat. Fenomena ini disebabkan oleh vorteks dan dipole mode negatif dari Samudra Hindia yang dapat meluas serta tertahan oleh awan-awan dingin di atas daratan.

Sekadar informasi, vorteks adalah pusaran angin dengan radius puluhan kilometer hasil dari tekanan rendah yang terpusat di atas laut atau darat, dan dipole mode negatif adalah pendinginan suhu muka laut di perairan Hindia barat yang diprediksi berlangsung dari Juli hingga Agustus mendatang.

3. Bukan karena fenomena aphelion

Poto (IDN Times)

Sementara fenomena aphelion membuat Bumi berada di titik paling jauh dari Matahari, ini tidak berarti Bumi mendingin. Panas dari Matahari tetap terdistribusi ke seluruh Bumi oleh pola angin planet. LAPAN menjelaskan kalau suhu dingin yang persisten sampai Agustus mendatang merupakan hal yang lumrah di musim kemarau.

“Suhu dingin ini disebabkan karena tutupan awan yang sedikit sehingga tidak ada panas dari permukaan bumi (yang diserap dari cahaya Matahari dan dilepaskan pada malam hari) yang dipantulkan kembali ke permukaan Bumi oleh awan,” jelas LAPAN lewat situs resminya.

Karena posisi Matahari berada di belahan Bumi utara, maka tekanan udara di belahan Utara lebih rendah dibandingkan belahan Selatan yang tengah mengalami musim dingin.

Jadi, angin dari Selatan (Australia) yang bertiup ke utara (Indonesia) pun dingin. Penurunan suhu pun juga dirasakan oleh beberapa daerah Indonesia, seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang berlokasi di selatan khatulistiwa.

4. BMKG: Ini karena hujan di musim kemarau

Dari pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi suhu dingin (24,2 – 26 derajat Celsius) di ibukota dikaitkan pada kondisi cuaca yang belakangan ini suka turun hujan siang-malam dan berawan sepanjang hari. Oleh karena itu, suhu di Jakarta pun rendah (di kategori normal).

BMKG menambahkan kalau kondisi suhu udara yang cukup rendah tersebut biasanya terjadi saat pagi, sore, dan malam hari dikarenakan turunnya hujan di waktu-waktu tersebut.

5. Kenapa hujan di musim kemarau?

Mungkin kamu bertanya-tanya, “Mengapa hujan bisa turun sedangkan Indonesia tengah mengalami musim panas?” Kenyataannya, meskipun musim kemarau, beberapa wilayah di Indonesia, terutama Pulau Jawa, diguyur hujan dengan intensitas beragam, dari ringan hingga deras.

 

 

 

Sumber : (IDN Times)

Check Also

Gonta-ganti Seragam Satpam: Dulu Putih Ganti Cokelat, Dibilang Mirip Polisi, Kini Jadi Krem

JEVPEDIA.COM – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan kembali mengubah warna seragam Satuan Pengamanan atau Satpam. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *