
Sementara Suska salah satu pemilik kebun kelapa sawit mengatakan, pihaknya merasa resah dengan adanya kawanan gajah liar tersebut. Sebab bukan hanya mengancam tanaman yang menjadi sumber ekonomi warga, akan tetapi juga bisa mengancam keselamatan jiwa masyarakat jika sempat diamuk satwa raksasa (gajah) itu.
[video width="640" height="352" mp4="https://jevpedia.com/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Video-2021-08-23-at-14.27.50.mp4"][/video]
(Suasana Makan TIM Siang)
“Melihat situasi kondisi di lapangan dan kawasan kebun di mohon kepada kita semua untuk menjaga kebunnya beberapa hari kedepan,”himbau Mahroni Kepala Desa Batu Ampar melalui pesan Grup Whatsapp Kamis(26-08-2021)
“Saat ini TIM BKSDA mau mengabil gajah pemikat dari minas Provinsi Jambi, untuk itu kita masyarakat jangan gegabah dalam mengambil sikap karna ini ada lah satwa yang dilindungi dimohon pengertiannya dan terimakasih,”tutupnya
Gajah liar tersebut, seperti menjadi hama yang berbahaya terhadap petani sawit, sebab kerusakan tanaman tersebut tentu akan membuat petani semakin rugi sebab hasilnya kian berkurang. Diharapkan kedepan adanya langkah kebijakan dari Pemerintah menanggulangi dampak dari satwa yang dilindungi ini, sehingga dengan sawit-sawit warga yang menjadi sumber ekonomi bisa diselamatkan.(JA)