Poto (IDN Times)[/caption]
Sementara fenomena aphelion membuat Bumi berada di titik paling jauh dari Matahari, ini tidak berarti Bumi mendingin. Panas dari Matahari tetap terdistribusi ke seluruh Bumi oleh pola angin planet. LAPAN menjelaskan kalau suhu dingin yang persisten sampai Agustus mendatang merupakan hal yang lumrah di musim kemarau.
"Suhu dingin ini disebabkan karena tutupan awan yang sedikit sehingga tidak ada panas dari permukaan bumi (yang diserap dari cahaya Matahari dan dilepaskan pada malam hari) yang dipantulkan kembali ke permukaan Bumi oleh awan," jelas LAPAN lewat situs resminya.
Karena posisi Matahari berada di belahan Bumi utara, maka tekanan udara di belahan Utara lebih rendah dibandingkan belahan Selatan yang tengah mengalami musim dingin.
Jadi, angin dari Selatan (Australia) yang bertiup ke utara (Indonesia) pun dingin. Penurunan suhu pun juga dirasakan oleh beberapa daerah Indonesia, seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang berlokasi di selatan khatulistiwa.
4. BMKG: Ini karena hujan di musim kemarau
Dari pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi suhu dingin (24,2 - 26 derajat Celsius) di ibukota dikaitkan pada kondisi cuaca yang belakangan ini suka turun hujan siang-malam dan berawan sepanjang hari. Oleh karena itu, suhu di Jakarta pun rendah (di kategori normal).
BMKG menambahkan kalau kondisi suhu udara yang cukup rendah tersebut biasanya terjadi saat pagi, sore, dan malam hari dikarenakan turunnya hujan di waktu-waktu tersebut.
5. Kenapa hujan di musim kemarau?
Mungkin kamu bertanya-tanya, "Mengapa hujan bisa turun sedangkan Indonesia tengah mengalami musim panas?" Kenyataannya, meskipun musim kemarau, beberapa wilayah di Indonesia, terutama Pulau Jawa, diguyur hujan dengan intensitas beragam, dari ringan hingga deras.
Sumber : (IDN Times)