5 Pertanyaan Sains yang Masih Dicari Jawabannya hingga Kini

JEVPEDIA.COM – Sains merupakan kaidah pengetahuan ilmiah yang selama ini dipakai untuk menjawab berbagai fenomena di alam semesta. Namun, dengan segala riset dan penelitiannya, sains bahkan belum bisa menjawab beberapa pertanyaan spesifik yang memang sulit untuk dijawab.

Apa kamu penasaran mengenai beberapa pertanyaan yang belum bisa dijawab dengan gamblang oleh sains? Simak beberapa ulasan berikut, ya.

1. Luas alam semesta

Seberapa luas alam semesta itu? Sayangnya, tidak ada satu pun ilmuwan yang bisa menjawab secara lugas mengenai luas alam semesta. Tapi, sains bisa memperkirakan seberapa jauh jarak semesta itu. Sebuah jurnal yang diterbitkan oleh BBC Earth menyatakan bahwa alam semesta memiliki luas 93 miliar tahun cahaya.

Jika kecepatan cahaya adalah 300 ribu kilometer per detik, maka diameter alam semesta seluas itu sungguh tidak dapat dibayangkan. Perkiraan jarak ini merupakan jawaban sementara mengenai luas dari jagat raya. Ilmuwan melakukan kalkulasi berdasarkan bukti-bukti dari tangkapan teleskop Hubble.

Namun, berapa angka pasti dari luas alam semesta itu? Tak ada yang tahu. Malah, tak jarang kalangan akademisi menyatakan bahwa jagat raya adalah wadah yang tanpa batas. Bagaimana menurutmu?

2. Nenek moyang manusia

Siapa nenek moyang manusia? Bagi sains, mungkin jawabannya akan merujuk pada spesies primata purba bernama Lucy. Mungkin juga nenek moyang kita merupakan hominid purba yang sudah lama punah. Yang jelas, jawaban akan pertanyaan ini masih terus dicari dan belum menunjukkan sebuah kesimpulan mutlak.

Akan tetapi, sains punya bukti kuat berupa jejak alam, yakni fosil dan semua peninggalan dari manusia purba. Dilansir dalam Scientific American, sekelompok ilmuwan yang bekerja di Ethiopia menemukan fosil yang diyakini sebagai nenek moyang tertua dari manusia. Fosil berusia 3,8 juta tahun itu ditemukan cukup lengkap dan bisa menambal lubang tak terjawab sebelumnya.

Bahkan, di wilayah lain, ditemukan juga fosil yang identik dan dinamakan Australopithecus anamensis. Uniknya, berdasarkan studi radiometrik (pengukuran isotop alami), fosil ini berusia sekitar 4 juta tahun. Apakah keberadaan fosil-fosil itu bisa membuat jawaban yang mutlak? Tidak juga. Toh, hingga saat ini ilmuwan masih terus mencari jawabannya.

3. Penyebab dinosaurus punah

Apa, sih, yang menyebabkan dinosaurus punah? Well, sebetulnya gak ada yang tahu akan hal itu. Umumnya, ilmuwan dan kalangan akademisi hanya memperkirakan penyebab dari kematian masif yang terjadi pada zaman purba. Setidaknya, ada tiga hal utama yang menyebabkan kepunahan si hewan besar ini.

Mereka adalah bencana meteorit, kelaparan massal, dan berkurangnya kadar oksigen di Bumi. Menurut National Geographic, bencana alam lebih masuk akal untuk dijadikan penyebab kepunahan dinosaurus. Tersangka utamanya adalah hantaman meteor pada 66 juta tahun lalu dan letusan gunung berapi secara masif yang terjadi di hampir seluruh dunia.

Selama bertahun-tahun, sinar Matahari akan terhalang oleh debu vulkanik, di mana hal ini akan menyebabkan tanaman mati. Jika tanaman mati, hewan-hewan lain juga akan mati, sehingga dinosaurus kehabisan pasokan makanan. Bagaimana menurutmu? Cukup masuk akal, kan?

4. Partikel Tuhan

Dalam teori relativitas yang dicetuskan oleh Albert Einstein, dinyatakan bahwa tidak ada kecepatan yang setara dengan cahaya kecuali cahaya itu sendiri. Artinya, tidak ada satu pun objek di alam semesta yang mampu mengimbangi kecepatan cahaya, apalagi melebihinya. Tapi, benarkah demikian?

Sejauh ini memang belum ditemukan materi atau objek yang mampu melesat secepat cahaya. Akan tetapi, ilmuwan telah menemukan bukti keberadaan partikel unik yang bisa bergerak nyaris setara dengan kecepatan cahaya. Mereka menamakan partikel tersebut sebagai partikel Tuhan atau Higgs Boson.

Ditulis dalam laman Live Science, partikel subatom ini ditemukan di laboratorium CERN pada 2012. Partikel tersebut mampu melesat dengan sangat cepat hanya dalam 10^minus 22 detik. Jika penemuan ini valid, maka Higgs Boson benar-benar menjadi terobosan besar dalam sains. Bisa saja keberadaannya di alam semesta menjadi kunci jawaban bagi misteri yang belum terpecahkan.

5. Akhir dari alam semesta

Tentu saja sains tidak bisa menjawab akan hal ini secara gamblang. Ada beberapa prediksi yang menyatakan bagaimana alam semesta berakhir. Mulai dari lubang hitam, materi gelap, big crunch, ledakan supernova, hingga pemampatan gravitasi untuk membentuk Big Bang kembali.

Seorang kosmolog yang juga mendapatkan Hadiah Nobel bernama John Cromwell Mather menyatakan bahwa relativitas Einstein mungkin akan menjawab misteri ini, dilansir dalam Astronomy. Tak menjadi masalah apakah alam semesta bakal membeku abadi, meledak, atau terisap lubang hitam raksasa, semuanya hanya soal waktu.

Jika sebagian besar ilmuwan meyakini akan adanya akhir semesta, sebagian kecil lainnya justru beranggapan bahwa jagat raya itu bersifat abadi. Mana yang betul? Sayangnya, sains tingkat tertinggi pun tidak bisa menjawabnya dengan lugas dan mutlak.

Beberapa pertanyaan di atas memang sangat sulit untuk dicari jawabannya. Namun, sains selalu berjalan melintasi waktu guna menemukan jejak-jejak fakta untuk merangkai sebuah kesimpulan ilmiah. (Sc : IDNtimes)

Check Also

Sindrom Tangan Alien dan 7 Gangguan Jiwa yang Jarang Diketahui Orang

JEVPEDIA.COM – Pikiran manusia adalah hal yang benar-benar misterius. Meskipun kita tahu bagaimana fungsinya dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *