5 Game yang Pernah Jadi Kontroversi di Indonesia, Salah Satunya Menghina Indonesia!

JEVPEDIA.COM – Bermain game adalah salah satu aktivitas favorit kebanyakan orang saat senggang. Biasanya untuk menghabiskan waktu atau sekedar rileks dan menenangkan pikiran.

Agar sebuah game layak didistribusikan dan dirilis, pastinya ada banyak proses yang terlibat untuk memastikan konten game tersebut sudah sesuai.

Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi beberapa game di bawah ini. Entah apa yang ada di pikiran developer game tersebut, kumpulan game berikut memiliki konten yang memicu kontroversi di Indonesia.

Apapun akan dilakukan agar suatu game bisa berhasil. Hal ini bisa saja dimulai dari strategi marketing yang kreatif maupun konten game itu sendiri yang menarik.

Tapi, rupanya hal tersebut tidak berlaku ke semua game, termasuk deretan game berikut yang mengingatkan kita ke kesalahan tak terlupakan yang ada di game.

1. RapeLay

Game Yang Pernah Jadi Kontroversi Di Indonesia Rapelay 49316

RapeLay adalah salah satu game yang tidak hanya menimbulkan kontroversi di Indonesia, tetapi juga di luar negeri! Bahkan, negara Amerika Serikat yang tidak seketat Indonesia melarang game ini dijual di toko-toko.

Sekilas, gameplay game ini terlihat seperti game dating sim. Tetapi, seperti yang bisa kamu lihat dari judulnya saja yaitu Rapelay, konten game ini bisa dibilang keterlaluan, bahkan melampaui batas kewajaran.

Di game ini, kamu akan bermain sebagai karakter predator seksual yang bertujuan menguntit seorang Ibu dan anak-anaknya, hingga berhubungan intim dengan mereka.

2. GTA San Andreas

Game Yang Pernah Jadi Kontroversi Di Indonesia Gta San Andreas A258a

Penggemar game PC atau konsol apapun pasti sudah tidak asing dengan game GTA San Andreas yang termasuk salah satu game terbaik yang pernah ada.

Hadir dengan grafis yang HD dan memukau pada zamannya, hingga ceritanya yang menarik dan lain dari biasanya, tidak heran bahwa banyak orang menyukai game ini.

Hanya saja, game ini pernah menjadi kontroversi di Indonesia karena konten dewasa di mana ada adegan dua karakter menari tanpa celana.

3. PUBG

Game Yang Pernah Jadi Kontroversi Di Indonesia Pubg Fdf17

Saat melihat judul game ini, pasti kalian terpikirkan, bagaimana bisa game FPS PUBG menimbulkan kontroversi di Indonesia? Jawabannya ternyata game ini disebut-sebut sebagai dalang atau inspirasi aksi terorisme di negara Selandia Baru.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengambil tindakan atas hal ini dan akan mengkaji PUBG untuk menentukan apa konten kekerasan di game ini pantas mendapatkan fatwa haram.

Untungnya, hingga saat ini belum ada pemblokiran game PUBG, sehingga para gamer masih bisa memainkannya di PC maupun di Android.

4. Fight of Gods

Game Yang Pernah Jadi Kontroversi Di Indonesia Fight Of Gods 053b7

Game Fight of Gods adalah game yang mengisahkan tentang pertarungan antara Tuhan, Dewa dan Nabi untuk menjawab pertanyaan siapa yang akan memberi pencerahan untuk umat manusia.

Tentunya, game tersebut langsung memicu kontroversi yang heboh di Indonesia karena dinilai sebagaigame yang menghina agama.

Pada tahun 2017, Pemerintah mengajukan permintaan pemblokiran game ini melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

5. Splinter Cell: Pandora Tomorrow

Game Yang Pernah Jadi Kontroversi Di Indonesia Splinter Cell Pandora Tomorrow 053c9

Splinter Cell: Pandora Tomorrow merupakan game action yang pernah menjadi kontroversi di Indonesia karena salah satu lokasinya dalam game.

Pasalnya, game ini hadir dengan salah satu latar lokasi yang berada di Indonesia. Namun, lokasi tersebut justru digambarkan sebagai markas teroris!

Tentunya, konten game ini sangat menyinggung dan sensitif terhadap pemerintah Indonesia. Pemerintah langsung mengambil keputusan untuk melarang peredaran game ini karena mencemarkan bangsa. (Sc Jalantikus.com)

Check Also

5 Game Yang Memiliki Tingkat Kecanduan Sangat Tinggi Dan Sulit Untuk Berhenti.

JEVPEDIA.COM – Jika kamu sudah sering memainkan video game, pasti kamu sudah pernah merasakan bermain …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *