Ilustrasi ibu hamil lakukan vaksinasi atau divaksin. Foto: Shutter Stock

5 Fakta Joki Vaksin di Pinrang Sulsel: Rela 16 Kali Divaksin karena Butuh Uang

JEVPEDIA.COM – Video seorang pria yang mengaku telah divaksin COVID-19 16 kali menghebohkan masyarakat dan viral di media sosial. Pria yang diketahui berasal dari Kabupaten Pinrang, Sulsel tersebut bernama Abdul Rahim.

Lebih tepatnya, ia menerima 16 kali suntikan vaksin karena terlibat dalam perjokian vaksin
Berikut 5 fakta yang kami rangkum mengenai perjokian vaksin COVID-19 yang dilakukan oleh Abdul Rahim.
5 Fakta Joki Vaksin di Pinrang Sulsel: Rela 16 Kali Divaksin karena Butuh Uang (1)

1. Mematok harga setiap satu kali suntik vaksin

Dalam perjokian vaksin itu, Rahim mengaku dibayar. Dia mematok harga Rp 100 ribu hingga Rp 800 ribu per orang, dalam setiap satu kali suntikan vaksin.
“Saya sudah mewakili empat belas orang dan sudah divaksin sebanyak 16 kali. Saya dibayar Rp 100 ribu sampai Rp 800 ribu sekali vaksin,” kata Rahim dalam rekaman video berdurasi 31 detik tersebut.

2. Motif Joki Vaksin karena Butuh Uang

Kasus tersebut ditindak oleh Kasat Reskrim Polres Pinrang dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Penyidik telah mengambil keterangan sebanyak sembilan orang sebagai saksi yang merupakan pengguna jasa Rahim sebagai joki.
Dari pengakuan Rahim, dia tidak takut disuntik karena terhimpit ekonomi dan membutuhkan uang.
“Ada yang menawarkan dan ada juga yang ditawari Rahim. Dan pengakuan Rahim, dia tidak takut disuntik karena butuh uang,” jelas Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Deki Marizaldi.

3. Darah dan urine dicek usai disuntik 16 kali vaksin COVID-19

Tindakan perjokian suntik vaksin yang dilakukan Rahim tentu tidak hanya merugikan orang lain, namun juga dirinya sendiri. Saat ini Rahim sudah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan medis untuk mengetahui efek samping dari 16 suntik vaksin COVID-19 yang telah ia terima.
“Sudah kami periksa. Dinkes Provinsi Sulsel juga kemarin, Selasa (21/12), mengambil sampel darah dan urine Rahim,” lanjut Deki kepada kumparan, Rabu (22/12).
Menurut Deki, dari pandangan mata, Rahim terlihat baik-baik saja. Namun pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui keadaan organ dalamnya.
“Untuk saat ini berdasarkan pandangan mata, Rahim baik-baik saja. Tapi kita tidak tahu organ dalamnya,” tutur Deki.
Selain itu, Rahim juga diperiksa kejiwaan dan antibodinya.

4. Dinkes Provinsi Sulsel evaluasi petugas vaksinator

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel dr. Arman Bausat mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi seluruh petugas vaksinator yang ada di daerahnya.
Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti kasus Abdul Rahman, yang mengaku sudah disuntik vaksin 16 kali mewakili 14 orang.
Arman selaku Koordinator Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Sulsel mengaku perjokian tersebut dapat terjadi karena adanya kelalaian petugas.
“Soal kelalaian bisa saja. Tapi kita tidak bisa tahu siapa vaksinatornya. Karena ada banyak vaksinator,” kata dia di kantornya, Rabu (22/12).
Dia berharap, vaksinator di lapangan agar bekerja dengan baik. Vaksinator betul-betul memperhatikan setiap orang bahkan pasien yang ingin divaksinasi COVID-18. Harus mencocokkan identitas dengan pasien.
“Ini juga jadi pembelajaran bagi vaksinator kita untuk cek KTP dan muka. Kalau ada kesalahan harus diperbaiki kesalahan ini. Kalau banyak orang bisa saja, cuma liat sekilas KTP saja tidak perhatikan muka,” ungkapnya.

5. Belum ada sanksi untuk Abdul Rahim

Terkait apakah Abdul Rahim bisa dipidana juga menjadi pertanyaan masyarakat. Kapolsek Sawitto Pinrang AKP Yusuf Badu mengatakan, hukum pidana itu dapat ditindaklanjuti bila ada laporan dari Satgas COVID-19 setempat.
“Sudah dua hari lalu diperiksa. Dan saat ini kami tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi, belum ada laporan dari Satgas COVID-19,” jelasnya.
(Sc : Kumparan)

Check Also

Gonta-ganti Seragam Satpam: Dulu Putih Ganti Cokelat, Dibilang Mirip Polisi, Kini Jadi Krem

JEVPEDIA.COM – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan kembali mengubah warna seragam Satuan Pengamanan atau Satpam. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *